Setelah Layar Fleksibel Giliran Memori Fleksibel

Disamping teknologi layar fleksibel yang sudah mulai bermunculan dirancang untuk layar ponsel, tablet atapun perangkat portabel lainnya, Profesor Keon Jae Lee; seorang peneliti dari KAIST (Korea Advanced Institute of Science and Technology), mengembangkan sebuah memori fleksibel yang bisa disandingkan dengan sebuah layar fleksibel nantinya.

Pengembangan memori fleksibel ini merupakan non-volatile resitive random access memory (RRAM) dengan satu transistor dan satu struktur memsitor (1T-1M) yang bekerja pada sebuah plastik substrat dimana sebuah sel memori dapat diakses secara acak, tertulis dan dihapus.

Prof. Lee mengatakan tidak ada gangguan dalam setiap sel-sel memori, timnya memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam menguji coba memori fleksibel ini dengan mengintegrasikan titanium oksida yang berbasis memristor (bahan memori baru yang dirancang sebagai elemen memori generasi selanjutnya) dengan transistor silikon kristal tunggal yang memiliki kinerja tinggi pada substrat yang fleksibel. Dengan memanfaatkan kedua teknologi canggih itu, fungsi memori (menulis, membaca dan menghapus) bekerja sempurna tanpa gangguan listrik dan sel yang berdekatan.

Prof. Lee juga mengatakan “hasil ini merupakan sebuah teknologi yang menarik dengan potensi yang kuat untuk mewujudkan semua sistem elektronik fleksibel untuk pengembangan komputer yang bebas ditekuk dan attachable dalam waktu dekat”.

2 thoughts on “Setelah Layar Fleksibel Giliran Memori Fleksibel”

  1. wah perkembangan teknologi sekarang memang sangat pesat. setiap hari teknologi tumbuh dan berkembang. Tapi sangat disayangkan kalau pengguna teknologi memiliki SDM yang kurang memadai, apalagi pada negara berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.