Depdiknas Targetkan 25 Ribu Sekolah Terkoneksi TIK

YOGYA – Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) menargetkan hingga akhir tahun 2009 ini setidaknya lebih dari 25 ribu sekolah  sudah terkoneksi dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Depdinas Lilik Gani mengatakan khusus untuk SD-SMP, Depdiknas menargetkan dalam 100 hari pemerintahan SBY sudah ada 17.500 buah yang telah tersambung TIK tersebut.
“Hingga akhir tahun memang kita target ada 25 ribu SD-SMA yang tersambung TIK . Dan ini akan terus kita tambah lagi,” jelas Lilik di sela-sela pembukaan International Symposium on Open, Distance, and E-Learning (ISODEL) di Hotel Sheraton Yogyakarta, Rabu (9/12/2009).
Lilik menjelaskan sebenarnya untuk program pemanfaatan TIK ini masih terkendala terutama minimnya anggaran. Dari sekira 20% anggaran APBN untuk sektor pendidikan tidak lebih dari 1% yang dialokasikan untuk TIK tersebut. Dengan demikian diakuinya Depdiknas masih perlu dukungan dari pemda untuk mendukung program itu.
Di sisi lain secara global diakui Lilik dari sekira total 300 ribu sekolah SD hingga SMA, saat ini baru 10 persen saja yang telah terkoneksi dengan TIK diakibatkan minimnya anggaran serta infrastruktur tadi. Meski menghadapi beberapa kendala menurut Lilik sejauh ini pihak pemda di seluruh Indonesia cukup terbuka untuk membantu program ini. Ia mencontohkan yang telah terjadi di DIY, NTT, Gorontalo hingga Papua.

lilik

YOGYA – Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) menargetkan hingga akhir tahun 2009 ini setidaknya lebih dari 25 ribu sekolah  sudah terkoneksi dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Depdinas Lilik Gani mengatakan khusus untuk SD-SMP, Depdiknas menargetkan dalam 100 hari pemerintahan SBY sudah ada 17.500 buah yang telah tersambung TIK tersebut.

“Hingga akhir tahun memang kita target ada 25 ribu SD-SMA yang tersambung TIK . Dan ini akan terus kita tambah lagi,” jelas Lilik di sela-sela pembukaan International Symposium on Open, Distance, and E-Learning (ISODEL) di Hotel Sheraton Yogyakarta, Rabu (9/12/2009).

Lilik menjelaskan sebenarnya untuk program pemanfaatan TIK ini masih terkendala terutama minimnya anggaran. Dari sekira 20% anggaran APBN untuk sektor pendidikan tidak lebih dari 1% yang dialokasikan untuk TIK tersebut. Dengan demikian diakuinya Depdiknas masih perlu dukungan dari pemda untuk mendukung program itu.

Di sisi lain secara global diakui Lilik dari sekira total 300 ribu sekolah SD hingga SMA, saat ini baru 10 persen saja yang telah terkoneksi dengan TIK diakibatkan minimnya anggaran serta infrastruktur tadi. Meski menghadapi beberapa kendala menurut Lilik sejauh ini pihak pemda di seluruh Indonesia cukup terbuka untuk membantu program ini. Ia mencontohkan yang telah terjadi di DIY, NTT, Gorontalo hingga Papua.

About the Author

has written 100 stories on this site.

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Isi dan komentar tanggung jawab masing masing pengirim. Gambar yang ditampilkan dalam artikel tidak selamanya mencerminkan isi artikel atau produk .Hanya dipakai sebagai Ilustrasi berita.





Web Security Made Easy         > | © 2009   > Hosted by : Web Developer Jogja | MDU MariaDB Community |
2020 | kabarIT.com. All rights reserved.
KabarIT merupakan techno blog yang menyajikan informasi seputar IT yang hangat dan menarik. Isi dan komentar tanggung jawab masing-masing komentar. Selengkapnya...