Sony atracTable Siap Menyaingi Microsoft Surface

sonyatractable

Sony siap mengeluarkan produknya yang akan menyaingi Microsoft Surface. Adalah atracTable, sebuah perangkat komputer yang dapat menghilangkan ketergantungan manusia terhadap mouse dan keyboard. Pengguna akan secara langsung berinteraksi dengan komputer dengan cara menyentuh layar.

Dilansir KabarIT dari Electronista, sebuah proto type atracTable yang sudah ada memiliki ukuran 35 inchi  dengan fitur layar full HD dengan kontras tinggi. Alat ini dapat mendeteksi pergerakan lengan, jari dan pergerakan tubuh. Terdapat juga fitur yang dapat mendeteksi manusia berdasarkan usia, jenis kelamin, emosi seperti marah, sedih dan gembira.

Alat ini dapat digunakan sebagai media interaksi di tempat-tempat umum dan pertokoan. Alat ini juga dapat berinteraksi dengan perangkat yang diletakkan di atasnya.

Sony didukung perusahaan Atracsys dari Swiss. Alat ini menggunakan dua buah kamera Sony ISS XCD-V60 yang digunakan untuk menangkap gerakan yang dilakukan user. Kamera ini juga sebagai pengganti kontrol mouse dan keyboard. Belum diketahui apakah atracTable dapat melakukan multi touch, tapi secara teori seharusnya bisa.

Indonesia

Sebenaranya alat ini bukan sebuah alat yang baru. Alat ini ternyata juga sudah lama ada di Indonesia, dibuat oleh team dari STMIK AMIKOM Yogyakarta. Interactive Tabel ini pernah mendapatkan juara pertama pada Indonesian ICT Award 2009. Sang innovator bernama Hendro Wibowo mahasiswa STMIK AMIKOM Yogyakarta. Alat yang dibuat Hendro Wibowo ini diberi nama Tiwule (Touch It With Ultimate Learning Experience).

previousproject1 (1)Tiwule v.1, Hendro Wibowo Bersama M. Nuh (Menkominfo saat itu)

Secara teknik dan teknologi dan prinsip pembuatanya, Tiwule hampir sama dengan atracTable. Menggunakan kamera sebagai sensor penangkap gerakan dan proyektor sebagai interfacenya. Tiwule bahkan sudah dapat melakukan multi touch, sehingga dapat “dimainkan” lebih dari satu orang.

IMG_5768

Pada versi pertamanya, Tiwule bahkan hanya menggunakan layar LCD biasa sebagai interfacenya dan menggunakan kamera webcam sebagai sensor pendeteksi gerakan. Pada versi pertama biaya pembuatan bahkan tidak lebih dari 3 juta rupiah. MaSuk

13748_201585491469_193717436469_3606628_6855386_n

About the Author

has written 749 stories on this site.

9 Comments on “Sony atracTable Siap Menyaingi Microsoft Surface”

  • andri wrote on 4 May, 2010, 13:22

    wah berarti mereka ngeclain donk 👿

  • musal wrote on 4 May, 2010, 19:44

    sebenarnya putra putri Indonesia mempunyai kemampuan yang tidk kalah dengan orang luar negeri, malah ada yang lebih pintar dibanding orang luar negeri,,,! khususnya di amikom mempunyai mahasiswa yang sangat luar biasa dengan kemampuannya,,! 

  • semarang wrote on 4 May, 2010, 20:02

    nice info……. dasyat gan? :mrgreen:

  • Lintang wrote on 5 May, 2010, 7:14

    nice Product…
    aku pengin…
    keren pisan euy…. 😀 😀 😀 😀

  • Galuh Ristyanto wrote on 5 May, 2010, 9:13

    Sebenarnya cara buatnya gampang gan. Aku pernah dapetin video dari Youtube tentang multitouch, disitu diliatin cara buatnya dengan peralatan sederhana. Hanya menggunakan kardus, webcam, kertas biasa (rada tebal, buat alas tangan saya melakukan sentuhan), dan yg paling penting PC. Aku itung2 kira2 gak sampe 500rb modalnya.
    Klo software-nya udah banyak yang tersebar, tinggal nyari aja. Kemarin temenku dapet software yang dipke ama Hendro Wibowo, ama yang dipke ama Apple waktu memperkenalkan konsep iPad.
    Klo mau, nyari sendiri ya gan. Gampanglah. Kan ada Google.

    Multitouch lainnya ada yg ngegunain remote Nintendo Wii. Penasaran, cari aja di Youtube gan.

  • Galuh Ristyanto wrote on 5 May, 2010, 9:17

    Tambahan. Sebenarnya kita gak bisa seenaknya bebas mengklaim teknologi multitouch buatan kita. Coz teknologi pertamanya muncul dari Microsoft Surface. Berabe ntar klo mau main hak cipta. Klo mau ngehak ciptain, tunjukin dari segi apa kok karya kita tersebut perlu di hak cipta.
    Jangan berurusan ma hak cipta. Sebelum menghak cipta karya kita, alangkah baiknya cari dulu apakah karya cipta tersebut belum ada yg mengimplementasikannya. Klo kena kasus masalah hak cipta ma perusahaan besar (terutama di luar negeri), bahaya gan. Bisa-bisa kita dituntut jutaan dollar.

  • fira wrote on 5 May, 2010, 21:48

    Kalau menurut saya ini inovasi yg cukup bagus, kalau harus di bandingkan dengan microsoft survaface atau yg sony punya, kegunaan hampir sama tapi masing masing produk punya uniqueness tiap produk bisa di jadikan dasar patent masing masing produk. misalnya tentang konstruksi yg berbeda, kamera yang digunakan yg berbeda, algoritma yg dipakai beda, konstruksi led dan panjang gelombang yg dipakai beda. Dengan demikian masing masing produk tetap bisa memiliki hak ciptanya masing2.

  • arepsmart wrote on 7 May, 2010, 0:18

    Ok gun, manatpsb buat KAmpus Q…

  • aby umy wrote on 7 May, 2010, 22:39

    salam kenal dari http://aby-umy.blogspot.com

    kalau ada waktu jangan lupa mampir ya??? 🙂

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Isi dan komentar tanggung jawab masing masing pengirim. Gambar yang ditampilkan dalam artikel tidak selamanya mencerminkan isi artikel atau produk .Hanya dipakai sebagai Ilustrasi berita.





Web Security Made Easy         > | © 2009   > Hosted by : Web Developer Jogja | WebQilat |
2019 | kabarIT.com. All rights reserved.
KabarIT merupakan techno blog yang menyajikan informasi seputar IT yang hangat dan menarik. Isi dan komentar tanggung jawab masing-masing komentar. Selengkapnya...