Ternyata MUI Belum Memikirkan Masalah Facebook Haram

mui-indonesiaSetelah beberapa hari dihebohkan dengan pernyataan dari para ulama Pondok Pesantren se Jawa-Madura yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pondok Pesantren Putri (FMP3) yang menyatakan Facebook haram, ternyata Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum berniat membahas tentang fatwa ini.

Fatwa yang membuat para member Facebook menjadi ramai ini ternyata hanya pemikiran dari sebagian ulama saja. MUI sendiri belum mengambil langkah lebih jauh untuk masalah ini.

“Sejauh ini kami belum akan melakukan pembahasan fatwa haram Facebook,” kata Ketua MUI, Amidhan. (dikutip KabarIT  dari vivanews)

Pengharaman Facebook dikarenakan, situs ini digunkan secara berlebihan yang mengakibatkan pertemanan intim tanpa arah yang jelas tidak seperti proses khitbah (pinangan atau lamaran). Jika pertemanan spesial untuk mengenal dan diteruskan dalam hubungan pernikahan tetap diperbolehkan. Penggunaan Facebook secara wajar sesuai dengan manfaat dan penggunaannya juga tetap diperbolehkan.

Di Indonesia Facebook menduduki peringkat pertama  situs yang memiliki traffic tertinggi, mengalahkan Google dan Yahoo berdasarkan peringkat di alexa.com (25/5). Indonesia juga sebagai negara yang memiliki pertumbuhan member tertinggi di AsiaTenggara pada 2008, yakni sekitar 645 persen menjadi 831.000. MaSuk

 

About the Author

has written 436 stories on this site.

12 Comments on “Ternyata MUI Belum Memikirkan Masalah Facebook Haram”

  • hhmmmm wrote on 27 May, 2009, 18:30

    ADUHHH KAMU2 PUTRI2 YANG DI PESANTREN…, JANGAN KOLOT DWONG…, JAMAN DAH BEDAAAAA……., jangan mw ketinggalan jaman… :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: 😆 😆 😆 😆 😆 🙄 🙄 🙄 🙄

  • hhmmmm wrote on 27 May, 2009, 18:32

    MUI AJA GA MEMPERMASALAHKANNN.., INI YANG PUTRI2 DI PESANTREN BIKIN HAL YANG ANEEHHH…, JANGAN GILAAAA DWOONG.., JANGAN BIKIN MASALAH YANG SEKECIL UTIL KAYA UPIL JADI BESARRR……

  • Kentang wrote on 27 May, 2009, 20:08

    Wahai jama’ah facebookiyah…makanlah kentang….. (lhoo koq ga nyambung sih)

  • Bojak wrote on 28 May, 2009, 12:32

    Lo Kog pada bego sih! Orangnya dong jangan masuk Facebook, malah facebook yang salah. Kapan mau maju negara ini. Bangkitlah Ibu Pertiwi!

  • POpo wrote on 28 May, 2009, 16:53

    😈
    heeemmmmmmm……………
    ternyata putri2 pesantren yang kurang kerjaan,,,,,,,
    meraka ga bisa login facebook………..
    ato d pesantren ga ad internet yak??????

    bkn indonesia tmbh maju tp mundur gara2 PURTI2 PESANTREN BWT FATWA HARAM FACEBOOK…….
    WWKWKWKWKWKWKWKW 😐
    🙁 🙁 🙁 🙁 🙁 🙁 🙁 🙁

  • Suwahadi wrote on 28 May, 2009, 18:35

    Pertanyaannya adalah: Emang mereka² itu apakah bener² mengerti tentang system Facebook ini? ataukah hanya merespon dari pihak² yang merasa Facebook ini jelek?
    Mungkin aja mereka ada yang belum bisa buka account Facebook, atau malah belum pernah liat Facebook, hehehe… 😆

  • ario wrote on 28 May, 2009, 18:47

    INFO TERBARU : Ulama Jawa Timur meralat pernyataan tentang FB. “Fesbuk dikategorikan haram APABILA PAKAI FASILITAS KANTOR”….. wakakakakakakak

  • Kuskus wrote on 29 May, 2009, 10:46

    “Pengharaman Facebook dikarenakan, situs ini digunkan secara berlebihan yang mengakibatkan pertemanan intim tanpa arah yang jelas tidak seperti proses khitbah (pinangan atau lamaran). Jika pertemanan spesial untuk mengenal dan diteruskan dalam hubungan pernikahan tetap diperbolehkan. Penggunaan Facebook secara wajar sesuai dengan manfaat dan penggunaannya juga tetap diperbolehkan.”

    Alasan yang tidak logis … Facebook adalah teknologi sebagaimana HP, e-mail, dll. Soal penyalahgunaan teknologi sudah terjadi sebelum Facebook ada, pertanyaannya “Kenapa baru sekarang, sebagian ulama yang baru mempersoalkan penyalahgunaan teknologi (HP, e-mail, Facebook) ???

  • ajie wrote on 1 June, 2009, 12:25

    huh……….. lega deh denger berita ini,
    aku sih berpendapat, andaikan facebook haram, apa dunk alasan konkritnya?
    kenapa ga sekalian aja internet yang diharamkan……….
    ya tho??????????????????? 😆 🙄

  • Sa`id wrote on 3 June, 2009, 13:40

    PendapatQ
    Facebook ya facebook hanya alat, hanya umpan yang membuat berubah fangsinya yaaaa………..
    Orang yang tidak bertanggung jawab aja……….????????
    Coba donk MUI dibahas biar juelasssssssssssssssssssss..
    😉 ❗ ❗ ❗

  • vate wrote on 17 June, 2009, 17:18

    yes yes yes ➡ 🙄

  • fatwati wrote on 26 March, 2010, 14:15

    efbe haram karena….
    – yang bikin orang yahudi. yahudi di alquran itu disebut sbg keturunan monyet dan babi (gabungan sungokong dan cupatkay) termasuk bill gates dong wkwk keren jg monyet bisa bikin software
    – orang2 yg fb an akan berpikiran lebih terbuka.
    – pikiran orang terbuka cenderung mudah disusupin hal2 yg non-islam
    – non islam misalnya: komunisme, atheisme, dan isme isme laennya
    – termasuk hedonisme
    – kalo sudah disusupin hal2 spt itu kalian ga akan jadi islam lagi
    – kalo ga islam lagi, lama2 pengaruh islam akan hilang
    – kalo islam hilang, ulama kehilangan profesi
    – jatah kotbah di masjid sambil tereak2 di speaker sampe 2 kilometer ga ada lagi
    – ga bisa pergi2 ke luar kota, ga bisa pergi ke mekah bareng2 jamaah yang bnyk duit
    – ingat2 agama itu seperti candu! yang akan mempengaruhi pikiran seseorang
    – so hati2 pilih agama!

    Lebih halal punya bini 9 dan kawin dengan anak umur 16 tahun drpd efbe an..betul??
    Lebih halal bunuh kafir dan dapet imbalan 72 perawan disurga daripada efbean..betul??
    gua ga yakin kalo di alquran ada hal2 semacam itu…masa sih membunuh lebih halal drpd cari teman?

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Isi dan komentar tanggung jawab masing masing pengirim. Gambar yang ditampilkan dalam artikel tidak selamanya mencerminkan isi artikel atau produk .Hanya dipakai sebagai Ilustrasi berita.





Web Security Made Easy         > | © 2009   > Hosted by : Web Developer Jogja | WebQilat |
2017 | kabarIT.com. All rights reserved.
KabarIT merupakan techno blog yang menyajikan informasi seputar IT yang hangat dan menarik. Isi dan komentar tanggung jawab masing-masing komentar. Selengkapnya...